LELAKI BERKACAMATA PERSEGI

Sosoknya lewat dihadapanku. Ini seperti mimpi. Terdiam mengamati sosoknya… Tinggi, berpakaian rapi, rahang yang tegas, hidung mancung, rambut pendek tersisir, tatapan mata yang tajam, dan yang paling penting dari semua itu dia berkacamata persegi.
Entah mengapa Lelaki berkacamata persegi selalu tampan dimataku. Aku hanya merasakannya, di balik Kacamata persegi itu seakan menyembunyikan sorot matanya yang tajam, juga tersimpan kehangatan dalam pribadinya yang dingin dan kecerdasan dalam pikirannya.

Tidak. Dia tidak sempurna.

Sosok yang menjadi angan dan mimpiku selama ini. Tak ada yang tahu, takdir membawaku ketempat ini, mungkinkah untuk bertegur sapa dengannya?? Aku tak mempunyai keberanian. Aku, bukanlah remaja yang aktif, aku hanyalah pengamat yang damai. Jangankan kata-kata, menyunggingkan senyum pun susah, jantung ini sdh berdetak lebih cepat dari biasanya.

Bukan. Ini bukan cinta.. ya setidaknya belum

“sudah minum??” dia bertanya kepadaku. “Huh???.. emm… em,,” aku tak bisa menjawabnya. Dia menyodorkan sebotol air minum kemasan. Dia tersenyum. Senyum paling hangat yang pernah ku lihat, dan seketika membuatku ikut tersenyum.

Cinta?? Mungkin…

Aku tak tahu sebelumnya, lelaki berkacamata persegi tetaplah laki-laki. Bahkan pandangannya untuk seorang perempuan lebih sempurna dari laki-laki lain. Terlalu banyak tuntutan, perempuan yang tinggi, langsing, kulit putih, cerdas, hidung mancung, mata bulat, dan masih banyak lagi. Dan bukankah sudah jelas? Aku tak seperti itu.
Patah hati??… ya, bisa dibilang

INTERMEZZO______

Melodi indah yang keluar dari lorong sempit bernama kerongkongan itu, membawaku bertemu dengannya. sosok yang sangat jauh dari apa yang aku impikan selama ini. Orang-orang bahkan menyebutnya the ugly one.

Tidak,, dia tidak sejelek yang kamu pikirkan

Matanya sipit, rambutnya berdiri tidak rapi, wajahnya ditumbuhi beberapa jerawat, giginya ginsul atau bersusun. Wajahnya begitu jujur, Tak ada yang disembunyikan. Jemari tangannya menari-nari di atas tuts piano, dia sangat menikmati pertunjukan solo tanpa audience (selain aku). Kemudian aku melihatnya, senyuman itu.

Emm…em…
Hey,, kau kenapa??

Senyuman yang hampir sama yang pernah kutemui sebelumnya, uhm.. tidak,, bahkan senyuman ini tak akan bisa dibandingkan dengan yang lainnya. Senyuman yang tulus keluar dari perasaan terdalam. Aku tahu, senyuman itu bukan untukku. Tapi tetap saja…

Aku rasa aku telah jatuh cinta

p.s: cinta memang buta. Cinta bisa datang kepada orang yang tidak pernah kau temui sebelumnya bahkan dalam mimpi.

Iklan

Comments on: "LELAKI BERKACAMATA PERSEGI" (1)

  1. eaaa,,,ngomongin apa (siapa) sih ??
    sudah setengah tahun lewat,,sekarang bagaimana ?? masih persegi (?)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: